Kemarin sore, saya dan teman teman satu seksi di kantor pergi untuk minum bersama. Sebenarnya, pada siang hari kami pun telah makan bersama. Tapi karena porsi yang disediakan tidak seimbang alias terlalu sedikit untuk banyak orang, sebagian teman merasa belum kenyang. 

Jadilah kami melipir lagi ke tempat makan lain. Sesudah memilih tempat duduk, seorang waiter menghampiri kami dan memberikan buku menu. Buka buka buku menu dan pilah pilih makanan, satu per satu kami menetapkan pilihannya. 

Saya yang merasa kenyang sendiri cukup memesan minuman. Bingung juga mau minum apa karena sebagian besar menu yang disediakan adalah kopi kopian. Ternyata di halaman lain dari buku menu ada pilihan menu jus buah. Sore itu, saya lagi pingin sirsak dan menyebutkannya kepada waiter. 

Saya detailkan: jus sirsak, tidak pakai gula pasir, dan sedikit es. Itu memang standar order minuman saya. Biasanya tambah tidak pakai susu dan tidak pakai es. 

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya beberapa pesanan sudah diantar oleh waiter. Ada pisang goreng, tinutuan, es brenebon, dan tidak ketinggalan ricanya. Ada juga segelas minuman yang berwarna putih. Persis sirsak. “Ini minumanku kan ya?” tanya saya. 

“Iya!” Jawab teman teman serempak membenarkan. 

Sebelumnya saya ragu, kalau dari warna itu memang jus sirsak, tapi ini sangat lembut jusnya. Dan ada serbuk serbuk coklatnya. Saya diamkan saja karena saya pikir adalah susu kental manis rasa coklat. Karena di awal saya tidak pesan tidak pakai susu maka saya langsung sruput saja. 

Karena tidak seperti jus rasa sirsak yang biasanya, saya sruput lagi lebih banyak. Sampai akhirnya saya teringat salah satu teman pesan es mocca latte. Wow, iya ini adalah es mocca latte. 

Tak lama jus sirsak pesanan saya pun datang. Kami pun tertawa tergelak karena saya sudah menghabiskan hampir setengah gelas es mocca latte pesanan teman. Jus sirsak dikonfirmasi oleh teman yang minumnya saya klaim sebelumnya dan benar benar sirsak. Hehe. 

Begitulah, saya yang sudah berniat meminum jus sirsak dan tidak berminat memesan kopi kopian akhirnya minum mocca latte, sebangsa kopi kopi an juga. Dan teman saya adalah pecandu kopi yang selalu memesan kopi atau variannya. 

Sore itu, apa yang sudah saya niatkan, inginkan, idamkan, detailkan: jus sirsak tanpa gula pasir, dengan es sedikit bukan menjadi rezeki saya. Justru kopi kopian yang biasanya saya hindari malah kandas dengan cepat setelah segelas nya itu tersaji lebih dulu. Dan teman saya yang pecinta kopi sore itu minum jus sirsak. 

Sesederhana itulah Allah mengatur rezeki kami. Bukan pesanan yang tertukar. Hanya saya yang belum mendapatkan rezeki menikmati jus sirsak sore itu. 

Advertisements