Tags

, , , , ,

Membebani hidup salah satunya adalah membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Hidup itu sudah dirasa susah dan masih saja kita suka menambah kesusahannya dengan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Kekurangan dan ketiadaan yang kita alami sangat mudah terasa lebih sulit ketika melihat nikmat dan kelebihan yang dirasakan orang lain. Ada semacam perasaan kecewa dan kalut ketika mematut diri yang tidak banyak nikmat dibanding mereka.

Merasa tidak adil yang diberikan Allah mungkin adalah penghujungnya. Bisa-bisa rasa syukur terkikis dan berganti menjadi rasa kurang puas. Sedikit demi sedikit jenak tawakal pun menjadi hambar lagi tidak kokoh. Bahkan, seringkali kita menjadi iri atas nikmat yang orang lain rasakan serta timbul andai-andai bilamana begini dan begini. Kemudian akhirnya merasa belum sempurnanya kebaikan dan kasih sayang Allah atas dirinya. Na’udzubillah.

Padahal, jika saja kita mau lebih merendahkan hati, kehidupan yang kita lalui sampai dengan saat ini adalah kehidupan yang luar biasa. Rasanya, jika kita legawa melupakan segala kekurangan dan ketiadaan yang menghimpit hati, tentu kehidupan yang dijalani sekarang adalah kehidupan serba baik dan indah. Seluruh kekurangan yang kita rasakan tentu tidak sebanding dengan segala penderitaan dalam kehidupan keras di luar sana.

Kita lihat, Allah masih menyisakan rezeki kita setiap hari tanpa kekurangan makanan. Di sana, banyak sekali anak kecil jalanan yang mengikuti ayah ibunya mengais sisa-sisa makanan.

Kita dengar, Allah masih menitipkan siang dan malam yang nyaman kita tinggali di bumi ini. Di sana, ada saudara-saudari kita yang memekik karena tempat tinggalnya tidaklah nyaman. Mereka dikepung oleh penjajah laknatullah.

Kita rasakan, Allah masih melindungi kita dari azab dan musibah. Di sana, banyak pengungsi yang merasakan pahitnya hidup dalam kesempitan dan was-was atas bencana yang mengambang di pelupuk mata.

Allah, hilangkanlah rasa iri dalam diri atas nikmat yang orang lain rasakan. Allah, hapuskanlah rasa yang bisa membanding-bandingkan diri dengan orang lain.
Allah, cukup palingkan diri dan jiwa ini untuk merasakan limpahan nikmat yang Engkau berikan kepada diri ini.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

( 1 )   Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
( 2 )   Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
( 3 )   Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
( 4 )   Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
(QS Al Mulk 1-4)