Tags

, , ,

Oh iya, ada yang lupa saya selipkan kenapa serasa urgent sekali bertemu dengan mba Zulfina di cerita sebelumnya. ^^, Jadi, salah satu poin yang harus dibereskan selain pekerjaan kantor dan barang-barang bagasi adalah jualan-jualan saya ;-D

Beberapa bulan sebelum mutasi, saya mulai menjajal jualan macam-macam nugget sehat. Bukan hanya nugget, tapi ada siomay, roti maryam, tuna roll, salmon roll, empek-empek dlsb dengan label halal dan sehat. Produk ini diproduksi oleh PT Salimah Prima Citra, hehe, promosi saya jadinya ^^x

Nah, mba Zulfina ini sudah bersedia membeli persediaan terakhir saya, kebetulan sedari pagi sudah saya siapkan dan tidak masuk ke dalam bagasi. Saat di taksi yang sudah sangat mepet waktu itu, sebenarnya terpikir untuk membatalkan saja, mba Zulfina pun sudah kembali ke ruangannya. Tapi saya pikir kalau tidak jadi disampaikan ke beliau, ini malah jadi mencair T.T, nanti saya basah-basah sampai bandara. Fyi, barang-barang itu dikemas dalam bentuk frozenfood.

Okelah, jadi juga transaksi Rp20.000 sore hari itu. Fyuuuuh ^^, abis deh jualan saya.

Lanjut yah, ke bandara: Di waktu yang sudah sangat mepet (semestinya itu waktu sudah boarding), saya mencari celah ke bagian check in, saya bilang mau ke manado. Mbak dari Li*n Air berkerudung hitam itu kaget, “Grrr!” begitu kali ya pikirnya.

“Mbak, saya sudah check in, tapi ini mau tambah bagasi!”

mbaknya makin bingung menghadapi saya, akhirnya dia persilakan saya untuk duluan dilayani, Heuuuu, langsung dipelototin orang-orang yang lagi ngantri deh. Maaf ya Pak Bu, ini saya mau kumpul sama suami ceritanya, jadi sudah ga bisa ditahan-tahan lagi ^^v

Ada enam barang, dan target saya 1 koper, 1 tas besar, dan 1 happy call masuk ke bagasi. TAPIH! ternyata hanya satu koper yang sukses masuk, kata mbaknya sudah overload dan saya sudah ketinggalan “Bu, pesawat sudah mau boarding!”

Tersengat saya mendengat pemberitahuan mbaknya. “Allah!” ini salah saya, mbatinku.

“Bu, barang yang lain silakan di bawa ke pesawat ya!” perintah mbaknya.

“Tapi, mbak! saya sendirian.” Sejujurnya saya pingin nangis tapi rasa sangat bersalah lebih menyelimuti. “Ibu bawa saja, disini sudah tidak bisa terima.”

Well, saya masih sedikit ngotot untuk mau bayar kelebihannya. Tapi saya kok makin sombong T.T, padahal ingat di dompet uang cash hanya sisa Rp300.000an. Baiklah, saya mundur teratur dan kembali menyusun strategi. Melewati barisan antrian itu dengan menunduk malu. Hufh…lalalala

Berhenti di pembayaran airport tax, artinya troli dorong sudah harus berhenti. Melihat dengan fana lima tas besar lainnya, “Rabb, tanganku ada dua.” Saya sedikit ingin menitikkan air mata *jurus perempuan. Namun sepertinya sudah tidak ampuh lagi. Petugas bandara sudah kebal mungkin ya dengan penumpang macam saya ini. T.T

Dan, perjuangan harus dilanjutkan, apalagi tadi katanya sudah mau boarding. Tidak banyak gunanya saya merengek ke orang-orang, akhirnya saya bawa semampunya, yang tidak mampu saya tinggal dulu, nanti balik lagi untuk dibawa.πŸ˜€ Mulai memasuki ruangan tunggu, kudu naik eskalator, dan kembali bertemu petugas mesin scanner dan petugas Bea Cukai. Di sini, saya mulai kepayahan. Jujur saya capek. T.T

Saya mulai merengek lagi, siapa tahu petugas-petugas ini mau membawakan. Nihil. Petugas-petugas itu malah ketus sekali, tidak ada iba sama sekali pada saya yang kelihatan mungil ini. Melas muka dan banyak barang, ha ^^, Ah iya, orang kayak saya memang tidak pantas dikasihani. Ini murni kesalahan pribadi yang check in mepet dan barangnya itu loooh segambreng.

salah satu dari mereka nyeletuk, itu siapa tahu cleaning servise mau bantu karena mereka bisa masuk sampai gate. Saya berlari menemui salah satu CS, tapi rasanya dia sedang sibuk dengan penumpang lain. Dia menolak permohonan saya. Duarrr!! sampai CS pun sudah tidak mau bantu saya.😦 Oke, kembali saya angkut satu demi satu barang itu ke gate A1, tempat tunggu penerbangan ke Manado sore itu.

Fyuuuh, sampailah semua barang saya ke kursi tunggu. Saya mulai lebih rileks, “kok belum ada tanda boarding yah?” Gpplah, saya jadi bisa tarik nafas dulu, hehe. Orang-orag sekitar memperhatikan dengan heran. Yaiyalah, bagaimana tidak heran, saya sampai bolakbalik tiga kali untuk movingkan barang ke Gate. Saya mulai cuek dan enjoy, ambil yakult yang sudah disiapkan untuk bekal. Eh, sebelumnya ada wanita sedang yang penasaran sama saya. Hihihihi, akhirnya kami berkenalan ^^, Yeaay!! Ibu itu TKW, baru saja pulang dari Malaysia. dan kami mulai mengobrol banyak. Saya tawari yakult, saya cerita bawa barang banyak dan sendiri.

Sudah pukul 18.00 wib. semestinya pesawat ini sudah take off, tetapi belum ada tanda-tanda panggilan dari petugas. Saya biasa saja karena pesawat ini sudah sering telat kok. Hehe. Ibu yang saya kenalan itu mulai risau, dia sudah sangat lelah katanya, maklum beliau perjalanan dari Malaysia. Ternyata, bisik-bisik beredar pesawat salah parkir. Ooh! Eng ing eng, Akhirnya, petugas menjawab kegundahan kami. Dia bilang penerbangan dialihkan ke Gate A11. APAAAH????

Ini loh Gate A1, sekarang diminta ke A11? Halooo??? “Saya bawa barang banyak” T.T

Ibu itu menangkap kebingungan saya, dengan santunnya dia menawarkan akan membantu. Masya Allah, “Duhai pertolongan-Mu sangat dekat, Allah!” Dia paksa saya. katanya kalau saya bawa sendiri kemungkinan barang-barang ini tidak boleh masuk pesawat karena terlalu banyak. Baiklah bu, terimakasih banyak yah ^^

Akhirnya kami beriringan menuju Gate A11, pelan-pelan saja karena berat men, hehe. Eh, CS yang tadi saya ceritakan, nongol lagi, dan bilang mau bantu. “Allahu Akbar!”

Saya sudah masuk pesawat sekarang, duduk di kursi sebagaimana saya pilih sendiri. Di lorong dan baris 9. ^^,

Anyway, inilah kisahku…ini kupersembahkan demi berkumpul bersama suami tercinta. Manado, Hello, Im Coming!

 

Saatnya banyak berdoa, semoga perjalanan sehat dan aman, plus berkah. Semoga kami makin berlimpah barokah di kota rantau sana yang begitu banyak tantangan. Dan semoga makin banyak rezeki, beranak pinak, dan makin disayang Allah tentunya. SEMOGA SEMOGA SEMOGA ^^

allahumma aamiinπŸ™‚ Mohon doanya juga para pembaca,πŸ™‚danbo mutasi

gambar diambil dari sini