Tags

, , , , ,

Paginya (7/5), saya berangkat ke kantor seperti biasa, beberapa teman sudah menyambut di meja tengah tempat biasa kami makan bersama. Salam dan peluk dari mereka, Terimakasih! ^^, Kata mereka saya banyak senyum, hehe, padahal ini biasa saja muka saya. Ah, tapi mungkin kebahagiaan ini tidak bisa disembunyikan, raut wajah saya pun ikut mengabarkannya pada semua. Bahwa saya senang😀, betapa tidak, selama ini saya ingin sekali bertemu dengan kekasih setiap hari, menjadi sisinya yang menguatkan, menjadi sandarannya yang melembutkan, ehm, membayangkannya saja sudah bahagia yah ^^

Hari-hari berikutnya adalah saya mulai membereskan semua pekerjaan kantor. Pesan kepala seksi adalah jangan sampai saya meninggalkan warisan yang tidak enak. Apalagi tiga dari enam skuad seksi kami pun ikut mutasi dan tugas belajar. Alhasil, pekerjaan di seksi akan goyang keseimbangan. Mulai dari merapikan berkas dan mengepaknya dalam dus-dus, membuang kertas-kertas dan benda yang kurang berguna, dan tentu saja mengonsep surat-surat yang entah kenapa saat itu banyak sekali :’).

Pulang malam pun saya lalui, tumben banget ini karena biasanya saya itu paling malas untuk lembur. Tapi demi tidak menambah hari di Jakarta, okelah saya lakukan lembur-lembur itu. Yang biasanya mengonsep surat itu butuh waktu satu-dua hari atau bahkan sepekan, ini saya bisa mengerjakan satu hari empat sampai lima tema surat. Wow!😀 *kekuatan bulan ini, hehe, sailormoon MODE ON

inginnya awal pekan depan sudah mau terbang dan pekerjaan selesai. Tapi nampaknya itu tidak mungkin, maka saya ambil hari kamis saja. Pas kebetulan saya dapat tiket 700an ke Manado, Ih wiiiiiwwww, sesuatu banget, alhamdulillah!

Datanglah kamis pagi, kamar kost di Wisma Jasmine nomor 7 sudah lengang, tidak bersih sih karena saya sudah tidak sanggup untuk mengepelnya sebelum ditinggalkan. ^^v, ada satu koper besar, satu tas besar warna hitam, satu kotak happycall, satu kantong besar isi baju yang akan dipindahkan ke tas baru hadiah dari teman-teman di subdit🙂, satu tas sedang isi sepatu-sepatu, dan satu kantung besar lagi, tapi saya lupa isi apa. –a… dan satu tas gendong yang berat!

Itulah bawaan yang akan saya jinjing sendirian ke manado. Tangan saya ada dua, tapi ini ada enam tas, bismillah saja deh, saya sudah azzamkan membawa ini semua, bahkan wajan happy call nya juga. Hehehe Rencananya saya akan naik taksi menuju kantor dan menitipkan semua barang ini di satpam Lobby. Satu kantong besar isi pakaian yang akan saya ganti dengan tas hadiah itu dibawa. Siang itu saya sudah melakukan check in via website. Alhamdulillah. Pesawat akan terbang pukul 18.00. Insya Allah saya akan pulang cepat pukul 16.00.

Hitung-hitung insya Allah bisa tepat waktu saya sampai terminal 1A, Soetta. Tapi, pekerjaan sesiangan itu terasa hectic sekali plus ketergesa-gesaan, ditambah deadline sana-sini yang sedari kemarin saya abaikan karena tidak mungkin dikejar juga. Hehe, ini tentang pekerjaan bersama seksi. Tetapi, saat itu kepala seksi meminta ini dan itu di luar rencana pekerjaan yang akan saya capai. Oh tidak! Sampai harus keluar emosi panas-panas dan ceracauan tidak enak di antara ruangan subdit. T.T

Tapi waktu sudah tidak bisa mentolerir, ini sudah pukul 16.15, saya belum beres-beres barang di satpam Lobby, sopir taksi pun sedari tadi menelepon. Huaaah!!! sebuah dilema dan mulai panik tingkat tinggi. Tanpa pikir panjang saya secepat kilat pamit ke semua teman-teman di lantai 15 dan terutama kepada Bapak Kepala Subdit. Sampai-sampai dibantu satpam yang menjaga karena saya kesulitan mengepak barang isi pakaian ke tas baru. Beberapa barang juga ikut dibawakan sampai ke taksi. Lima ribu rupiah saya selipkan di tangannya sambil berterima kasih karena banyak membantu. Belum selesai urusan di kantor pusat, mba Zulfina yang baru kemarin melaksanakan walimatul ‘ursy ingin menyampaikan hadiah yang dititipkan ke satpam. Ah tapi malah saya lupa ambil😦 Akhirnya saya minta satpam di Lobby gedung lainnya untuk mengambilkan karena kaki saya sudah sangat lemas dan tidak kuat berlari. Sambil menunggu barang datang, saya bertemu dengan si pemberi hadiah, seorang sahabat sedari SMA di kota kelahiran, semoga engkau senantiasa bahagia mbak :’)

Sudah selesai semua, sopir taksi yang sudah kesal karena saya lama ditunggu, pun masih saya minta untuk ngebut. Hehe. Ini sudah setengah lima lewat. HUOOOO!!!

Pukul 17.20 saya sampai di terminal. Huaaa, antriannya sudah panjang sekali. Saya benar-benar merasa bersalah. Tapi benar-benar tidak mau ketinggalan pesawat. Bagasi belum masuk pula T.T jurus ndusel akan saya keluarkan lagi, bismillah!

to be continued, insya Allah, hehehe ^^x