Tags

, , , ,

Semalam (19/8), saya dan mas Priyayi Muslim ada di Gate A3, Terminal 1A, Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kurang lebih sekitar pukul 00.30. Larut malam itu kami bukan sedang iseng, melainkan menunggu penerbangan yang akan membawa kami kembali ke rantau di Manado. Pesawat insya Allah boarding pukul 1.25 WIB.

Mas Priyayi sengaja memilih tempat yang remang, ehm,😛 tujuannya agar saya bisa selonjoran katanya, tanpa dilihat banyak penumpang lain. Di pojokan itu kami sama-sama duduk, mas Priyayi bilang, ini pertama kalinya kita terbang bersama pukul 1.45 WIB ya? Iya!, jawabku sambil tersenyum.

Jadi teringat kejadian beberapa bulan lalu yang saya janji pada diri sendiri untuk menuliskannya di sini.😀 Bukan karena apa-apa sih, lagi pula sudah lama juga berlalu. Tetapi, saya masih menyimpan memori itu, sebuah perjuangan! Hihihi. Setidaknya bagi saya sendiri.

Oke, mari mulai bercerita.

Dini hari tanggal 7 Mei 2013, pukul 03.00, ada telepon dari nomor yang belum saya kenal. Ada rasa degh! Ada apa ya? malam-malam?

Dengan hati-hati dan masih mengantuk saya jawab, ternyata di ujung sana, suara itu tampak riang dan bahagia, Amanda Widya Pratiwi, teman satu subdit yang sama-sama berjuang untuk mutasi ikut suami. Amanda mengabarkan bahwa ada mutasi dan nama saya dan namanya masuk menjadi AR. Tapi belum jelas saya menjadi AR dimana.

Ah! MUTASI! Akhirnya, saya tersenyum bahagia, sendiri. :’D

sejujurnya saya masih mengantuk karena hari itu cukup lelah. Kemarin saya baru saja pulang ke Purwokerto menghadiri Walimatul Ursy karib di dekat rumah. Alhasil, saya kebagian berkah menjadi tuan rumah beberapa teman yang ikut menginap di rumah, Alhamdulillah. ;-D

ah, saya telepon mas Priyayi Muslim saja, agak ragu sih, apa beliau mau jawab telepon ini. Tetapi, ini kabar bahagia ^^, masak sms saja kayak biasanya.

Mas Priyayi pun menjawab, dia pun baru terbangun dan terbingung, hehehe…saya minta padanya untuk mengecek di aplikasi kepegawaian kantor kami via internet.

Setelahnya, sebenarnya saya masih ingin tidur, tetapi rasa lega itu hampir menumpas semua kegalauan yang selama ini ada. Ah! ^^, alhamdulillah

Mengurung rasa kantuk, saya langsung saja ingin bersujud sepuasnya, mau bilang terima kasih ya Allah, :”), Alhamdulillah, maka sebanyak puji saya panjatkan pada-Nya pun sederet doa yang menyertai agar sisa-sisa kemasygulan menjadi sirna. Yang penting saya bersyukur!

Menjelang subuh, saya tahu akhirnya saya ada di KPP Pratama Manado dan mas Priyayi Muslim juga ternyata ikutan mutasi ke kota terdekat. KPP Pratama Bitung. Alhamdulillah, saya tahu ini akan menjadi ujian berikutnya, tapi cepat-cepat saya tepis, insya Allah ini sudah yang terbaik. Kita akan sama-sama berjuang mas, lirihku. Meskipun, saya tahu, Mas Priyayi yang akan lebih banyak berkorban. Pulang pergi 100 km. :’)

Allah, inilah jawaban-Mu atas setiap pinta kami. Kami menyegerakan syukur dan tak mau sama sekali ada sesal. Bismillah!