Tags

, , , , , ,

Hihihi…sebenarnya judul ini dibuat tidak untuk menjadi tren karena saya takut nanti malah ndak bisa membuat judul judul gaya itu kalau lagi tidak kreatif ^^v. Melainkan sedang pas saja🙂

Alhamdulillah, bulan April telah lalu. Seperti yang pernah saya ceritakan bahwa kantor saya berencana mengadakan kegiatan yang bertempat di Manado. Hmmm, saya memanfaatkan fasilitas untuk terbang ke Manado dengan standar pesawat yang dipakai pegawai kantor kami umumnya untuk dinas luar, G*A.

Saya ambil penerbangan ke Manado pada Jumat malam pukul 18.20. Jadwal pesawat G*A yang direct ke Manado hanya ada dua. Yaitu pagi pukul 10.55 dan pukul 18.20 ini. Untuk bersiap ke bandara saya sudah rencanakan untuk pulang lebih awal (PSW) 1 dan sudah memesan taksi untuk stand by di depan masjid Sholahudin pukul 16.30. Seharian mengepak dan membereskan kembali persiapan kegiatan yang akan dibawa ke Manado. Hufh, penyelenggaraan acara tahun ini terasa berbeda, mungkin karena berulang saja dari tahun lalu dengan perubahan seperlunya pada konten acara. Tetapi, akibatnya sangat jarang panitia berkoordinasi dan kelimpungan sendiri di akhir persiapan.

Sudah menunjukan pukul 16.30 sore saat itu, tapi banyak sekali yang masih harus diselesaikan. Saya meminta izin pada teman-teman untuk segera ke bandara. Hufh…

Saya yang orangnya santai (panikan juga sebenarnya) ^^, melihat kenyataan di depan jalan Gatot Subroto yang sudah sangat macet ke arah Semanggi. >,<…bagaimana iniiii??? ini pesawat Garuda yang cukup disiplin, artinya saya harus sudah tiba di bandara dan check in maksimal pukul 17.20.

Semestinya perjalanan normal tidak memakai macet sangat bisa ditempuh dalam waktu satu jam. T.T saya makin panik karena sedari pagi saya mencoba untuk check in via online tidak bisa. Hah, pasrah!

Alhamdulillah sopir taxiku ini cukup cekatan, kami berhasil meliuk liuk dan menembus kemacetan untuk memasuki pintu tol semanggi. Jam sudah menunjukkan pukul 16.50 an.😦 saya makin lesu apalagi di jalan tol antrian juga sudah padat. “Ini jumat sore!” gumam saya yang sudah sangat sering menyesal atas sukanya menggampangkan urusan waktu. Tetapi penyesalan itu justru membuat saya semakin kebal karena jadi terbiasa santai. Ibaratnya, kalau sudah terbiasa senam jantung deg-degan kencang jadinya sudah terbiasa,😀

Saya bertanya pada sopir taksi kalau perjalanan masih jauh yang sebenarnya saya sudah tahu jawabannya. Akhirnya saya mencoba untuk menelepon pihak maskapai untuk check in via telepon. Ow ow, ternyata saya sudah terlambat karena seharusnya check in via telepon minimal empat jam sebelum penerbangan. Selain itu, jika membeli tiket lewat agen juga tidak bisa😦 karena yang bisa mlakukan check in via telepon yang membeli tiket langsung pada maskapai. I see, Noted!

Tetapi dari menelpon tersebut saya mendapat informasi bahwa penerbangan saya akan delay sampai oukul 19.00. Alhamdulillah, Allahu Akbar!🙂

hihihi, saya langsung bersandar lemas ^^

mepet sekali taksi sampai di bandara pukul 17.53, artinya tinggal 5 menit lagi batas check in, apalagi saya bawa bagasi ini. Sudah sangat panik saya. Sopir taksi menurunkan saya di terminal F, katanya. Oke! saya langsung sigap mengambil koper di bagian belakang dan menariknya, krek, iya memang sudah rusak ini koper 🙂. Sudah sangat sering saya bawa sambil tergesa-gesa, alhasil ya jadi begitu itu kopernya, hehe ^^x

Saya asing dengan terminal ini, lalu tanya ke satpam, dia jawab ini terminal E, Aaaaaaaaaaak!!!

Saya kembali ke taksi dan bilang “Pak ini terminal F!” tetapi bapak sopir ngeyel. Baik sudah tidak ada waktu lagi untuk berdebat saatnya berlariiiiiiiiiiiii

Permisi permisi permisi ^^

Saya sampai di meja check in pukul 17.55, alhamdulillah!

Bagasi saya terhitung sudah 19,… kg. Nyaris! Tahu saya bawa apa? hehe, seperti ini artinya saya suka merepotkan diri sendiri, sudah tahu saya perempuan, tapi sudah tahu mau repot, tapi saya tetap paksakan. hehe

bagasi hampir 20 kg ini saya tarik dengan koper yang sudah rusak jadi roda pun sudah tidak berputar dengan sempurna. Juga, suka sekali mepet-mepet waktu🙂.

Sejak bulan Maret saya ke Manado memakai fasilitas negara dan bulan April ini, saya memaksimalkan bawaan di koper. Saya pikir, mencicil pindahan. ^^ Entah itu saya jadi resign di sekitar bulan Juli atau saya akan mutasi. Yeayyy!!

Buku-buku mas Priyayi Muslim yang masih ada dalam box-box di kamar kost, saya bawa seruang yang ada dalam koper ditambah dengan barang dagangan saya yang ini mau saya kasihkan saja ke suami untuk lauk makanannya. Total nyaris 20 kg itu ^^, Jujur ini bukan feeling atau insting, tapi saya hanya ingin persiapan, jadi sebisa mungkin saya pindahkan buku-buku yang masih dua box penuh di kamar saya.

Aaaaaakkkk!!! Alhamdulillah ‘alaa kulli haal!

😀

akhwat berlaris