Tags

, , , , ,

Baik, jadi ceritanya saya ini merasa punya banyak utang cerita. Kali terakhir mengupdate tentang kisah kisah itu saat bulan Maret di Update Maret Merindu, kiranya karena kesibukan *ceileh ^^ dan serba-serbinya jadi hampir dua bulan ini saya tidak memposting kisah kasih terbaru. Alhamdulillah, banyak karunia yang terjadi😀 pun diselingin dengan tetesan air mata pembelajaran. Tapi haru dan sujud syukur atas semua limpahan kebaikan-Nya insya Allah tak pernah usang. Nah! cerita ini mau saya mulai dari lika-liku yang ingin saya bagikan sejak lama. Satu tahun lebih saya bersamanya selalu pagi dan sore kadang petang bahkan malam, melewati bilangan jalan di Jakarta.

metromini 640

oke, mari saya ulas dulu tentang 640 versi saya yah😀

imho, metromini 640 ini rajanya Ibukota Jakarta. Raja Jalanan! Ngga percaya?

Begini, rute metromini ini adalah Pasar Minggu-Tanah Abang yang mana setiap harinya si besi merah ini melewati jalan jalan protokol dan jalan intensitas sangat tinggi di Jakarta. Mulai dari Pasar Minggu ke jalan Pancoran, jalannya lumayan tidak lebar tetapi kendaraan begitu padat. Maklum ada kalibata, durentiga, dll. Sampai bus besar jurusan depok dan bus damri jurusan terminal Pasar Minggu juga boleh lewat jalan ini. Belum bajaj dan angkot biru😦

kemudian, mulai masuk jalan protokol Gatot Subroto, komplek pemerintahan dan gedung-gedung sibuk lainnya. Salah satunya kantor saya dulu😉

kanpus DJPs

lanjut, mulai menerobos jembatan semanggi dan masuk jalan Sudirman yang tak kalah sibuk, hingga masuk ke jalan kebon sirih bersisian dengan masjid Bank Indonesia. Sampai akhir di tanah abang, @_@

Bisa membayangkan kan betapa ruwet apa yang dipandang sopir metromini kian harinya? Saya saja yang mungkin hanya mengambil seperdelapan rute perjalanan metromini ini dari Pancoran Barat sampai muka kantor, sudah sangat jenuh. Berdiri menggelantung dan berjejalan sampai berebut kehidupan di dalam badan metromini yang pengap itu. Apalagi kalau sudah kondisi macet dan macet parah. Zzzzzz, perjalanan yang bisa saya tempuh via busway di hari libur antara Halte Pancoran Barat sampai halte Gatot Subroto Lipicukup tiga menit, tetepai kalau lagi jam sibuk misal pulang kantor dan Jumat sore, saya bisa menghabiskan waktu satu jam.

Menikmati, ya hanya bisa menikmati dalam lelehan keringat di dalam baju dan kerudung saya yang deras. Sumuk! Namun, mau bagaimana lagi? Kalau tidak dinikmati saya malah bisa makin stres.😀

Saat ada dalam posisi berdiri yang enak dan dapat memandang jalanan dan parkiran mobil yang memanjang di depan mata supir, saya terus berjaga mengamati. Sopir itu, rasa sabarnya banyak yah? ^^, tapi rasa mau menang sendirinya lebih banyak, hehe

Bagaimana tidak, mereka sering berkilah, “Yang buat Jakarta macet itu busway. Enak banget sopir itu, sudah tidak dikejar setoran setiap hari, busnya AC lagi!” Setiap harinya satu metromini itu mempunyai target penerimaan yang harus disetor  ke bos metromininya. Saya membayangkan, bagaimana mereka harus menghajar setiap kendaraan yang berani menantang si besi merah. Kalau tidak cukup diklakson, mulut para sopir pun tidak kalah akan berteriak-teriak yang disambung oleh kerneknya.

Belum lagi saat mereka mau mengambil jalan, seenaknya mau mereka. Kalau ingin cepat lajunya, mereka terabas ke arah kanan sampai menembus jalur busway. Wuss wuss wuss! kenceng lagi jalannya. Lalu mau ambil penumpang mereka tiba tiba memempetkan semua kendaraan ke kiri jalan lagi. Hufh!

Pokoknya hidup metromini 640! Big Thanks for your service along my journey in Jakarta

metromini 640: perjalanan ke kantor maupun sebaliknya

metromini 46 / 49: perjalanan ke Utan Kayu, Al Manar, menimba ilmu Bahasa Arab setiap akhir pekannya

metromini 62: antara Manggarai dan Pasar Minggu kalau saya lagi jalan jalan ^^

dan metromini lain yang sempat saya singgahi🙂

I have great memory of you, but I feel enough! ^^, cause i choose to go to Manado with my hubby ^^

luv yuuuuuu metromini, akakak😀