Tags

, , ,

jam

Sesuai dengan alarm yang disetel mas Priyayi, kami terbangun pada pukul 23.00. Ah!, artinya kami harus segera bersiap-siap untuk keberangkatan mas ke Manado lagi. Sebenarnya saya sangat ingin berjaga di sampingnya menikmati menit menit sebelum kami menjeda kembali. Namun malam itu terasa lelah sekali, berulang kali saya menguap di depannya.

Mas Priyayi hanya bilang, tidur saja, nanti akan dibangunkan bila sudah waktunya berangkat ke bandara. Saya hanya menggeleng dan juga menangkap kalau sebenarnya mas juga sangat mengantuk karena kelelahan. Masih pukul 23.15, kami bersepakat untuk merebahkan diri lagi agar lebih segar nanti ketika keluar mencari taksi.

Benar saja, saya sangat lelap tidur selama 30 menit itu. Alarm kembali berbunyi pada pukul 23.45 dan saya lihat mas masih melek. Beliau tidak bisa tertidur lagi, mungkin karena kami dulu pernah bangun ngelantur saat malam-malam seperti ini hendak ke bandara. Saya bangun dan melihatnya tersenyum lalu menegaskan kembali apakah saya akan ikut keluar mencari taksi. Ya! tentu saja mau.

Berdua berjalan bersama mencari taksi menambah waktu kebersamaan kami yang tentunya tidak ingin saya lewatkan begitu saja. Lumayan lima menit jalan keluar dari kost ke jalan besar kemudian naik taksi ke kost lagi untuk mengambil barang, itu waktu sempit yang sangat istimewa. Sepanjang jalan dan di sampingnya dalam taksi, selalu lekat saya tatap wajah mas. Mas sesekali menengok dan tersenyum lagi, jangan nangis, katanya. Saya sudah berhasil tidak menangis sesenggukan sekarang, namun saya terasa tetap ingin menangis untuk menjaga syukur atas semuanya hingga detik ini. Besok kita menjeda lagi, mamas!

Taksi putih sudah menunggu di depan Wisma Jasmine, saya dan mas priyayi kembali ke kamar mengambil barang. Erat dan hangat sebelum kami turun dan mas naik taksi. Sekejap kemudian taksinya sudah menjauh dari kost dan saya sesegera mengunci gerbang kos kembali, sudah malam. Saya ingin segera pergi tidur sebelum menangis lebih deras. Ingin sejenak melupakan keperihan itu.

Kembali sendiri saya terbaring malam itu, doa yang banyak agar mas Priyayi dimudahkan semua urusannya. Pesawatnya lancar dan selamat sampai tujuan. Allahumma aamiin. Semoga bulan depan, saya sudah tidak perlu membayar sewa kost di wisma ini lagi, :pray ^^