Tags

, , , , ,

Jeda,

adalah saat aku mengirim pesan kemudian kau pun membalasnya, maupun sebaliknya. Atau sama sekali tidak berbalas sekian waktu

Jeda,

adalah saat kita bertelepon, lalu terputus karena lemahnya sinyal kemudian tersambung kembali dan sekejap terputus lagi

Jeda,

adalah saat kita berpelukan lalu kamu merapat ke taksi, sejurus kemudian meninggalkan diriku dan Jakarta

atau saat aku berjalan gontai menapaki sedikit demi sedikit belalai besi menuju pesawat dan kau di sana melambaikan tangan,

kuharap saat itu, kita bisa bertemu lagi, lagi, dan lagi

kuharap saat itu, ketika aku kembali ke kotamu, itu adalah muara penantianku untuk berkumpul bersamamu.

Jeda,

adalah sekelumit ujian, sebilah kekuatan, sebentuk benteng, semusim penantian, sekumpulan rindu

dan, saat jeda itulah,  tak jarang kesabaran enggan dipeluk

Maka, mestinya ada jeda, buat kita belajar,

ada jeda, untuk berbagai macam kau dan aku sendiri

ada jenda untuk membangun rindu, ada jeda untuk menyimpulkan kasih,

ada jeda untuk menjalani cinta,

….meski kita jauh, meski kita jarang, meski kita payah, dan masih menjeda…

Ada Allah yang terus menjaga kita,

Ada Allah yang membuat air mataku senantiasa tumpah,

aku sedang memohon pada-Nya, supaya kamu terus baik

Ada Allah yang mengirimmu melalui mimpi, kita bisa berpelukan dalamnya

Ada Allah yang terus kupinta agar Dia berkenan mengikatkan hati-hati kita

yang kadang kering, sering kehausan, bahkan terancam tandus

akan kasih sayang, akan pelukan, akan ciuman, akan sentuhan…

Ada Allah yang Maha Mendengar dan Menyaksikan, bahwa sungguh, betapapun aku dan kamu tak pernah sempurna

melulu bertikai, namun besar sekali cinta ini padamu

kusandarkan pada-Nya semua tentangmu,

berharap, kamu adalah belahan jiwaku, pemimpin ku di dunia dan akhirat

kamu adalah jodohku di dunia dan surga-Nya.

selalu berharap kita bisa berkumpul untuk menegakkan rumah tangga kita, membangun peradaban kita, mengantarkan kita semua sampai khusnul khatimah, aamiiin,

 jurang